(UBM
News - Jakarta ) - Yayasan Lembaga
Konsumen Indonesia (YLKI) terpicu untuk mengkritik percepatan pekerjaan yang di
lakukan Joko Widodo dalam pembangunan proyek infrastruktur. layaknya di kejar
setoran sehingga pembangunan ini dilakukan seperti tanpa meilhat keselamatan dan kenyamanan
pekerjanya.
Ambruknya Tiang Girder Tol Bekasi, Cawang,
Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, dekat Gardu Tol
Kebon Nanas, Selasa (20/2). Kembali membuat warga resah dan terkejut
karena ini adalah kejadian kedelapan ambruknya proyek infrastruktur dalam kurun
waktu lima bulan terakhir.
Sebelumnya, pada 17 Oktober 2017, tiang proyek pembangunan jalur LRT di Kelapa Gading, Jakarta Utara ambruk. Dua pekan setelahnya, 3 November 2017, pagar beton pembatas jalur MRT di Jalan Wijaya Jakarta Selatan ambruk. Korban yang berjatuhan pun mulai membuat resah para pekerja lainnya sekaligus warga sekitar dan pengendara yang berada di sekitarnya.
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi
mengibaratkan, pengerjaan proyek dilakukan
seperti sopir angkot yang sedang mengejar setoran. Dan pemerintah lebih
terfokus pada selesainya pekerjaan dibanding
mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pekerjanya.
Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar
Yoyon Tony Surya Putra mengatakan bahwa saat pekerja melakukan pengecoran ke
dalam tiang, penyangga terlepas hingga material cor jatuh berhamburan. Tony menceritakan
tujuh orang korban tersebut terluka akibat tertimpa reruntuhan material tiang
pancang.
Saat kejadian, tujuh orang tersebut sedang berada di bawah, sementara saat itu sedang ada pengerjaan pengecoran tiang di atasnya. Dugaanya ambruknya tiang itu disebabkan karena bracket yang menyangga pengecoran kurang kuat. "Seluruh material cor jatuh ke bawah dan tujuh orang tertimpa material cor," katanya.
Saat kejadian, tujuh orang tersebut sedang berada di bawah, sementara saat itu sedang ada pengerjaan pengecoran tiang di atasnya. Dugaanya ambruknya tiang itu disebabkan karena bracket yang menyangga pengecoran kurang kuat. "Seluruh material cor jatuh ke bawah dan tujuh orang tertimpa material cor," katanya.
"Yang dimaksud adalah untuk menyimpulkan apakah yang terjadi merupakan kegagalan dalam perencanaan konstruksi, kegagalan dalam pelaksanaan konstruksi, atau kegagalan dalam pengawasan konstruksi," kata Tulus melalui siaran persnya.
Tulus juga menambahkan bahwa ia berharap
"Jangan sampai proyek infrastruktur tersebut mengalami kegagalan konstruksi
berulang. Korban massal akan terjadi jika kecelakaan konstruksi terjadi saat
digunakan konsumen nantinya."
Menurut
Tulus, Karna kegagalan yang terjadi dan terus menerus berulang merupakan bukti
bahwa infrastruktur ini gagal. dan tidak
direncanakan dengan matang dan pengawasan tidak ketat dan konsisten.
Proses evakuasi korban memakan waktu
sekitar sejam sejak tiang ambruk sekitar pukul 03.40 WIB. Seluruh korban
berhasil dievakuasi sekitar pukul 04.45 WIB. Enam orang mengalami luka ringan dan
dilarikan ke RS UKI Cawang, sedangkan seorang lain mengalami luka berat dan
dibawa ke RS Polri Kramatjati.
Dilansir dari kumparan news, laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Jakarta, nama-nama korban luka tersebut adalah:
1. Joni Arisman
(39) dirawat di RS UKI.
2. Ruman (37)
dirawat di RS UKI.
3. Supri (46)
dirawat di RS UKI.
4. Kirpan (36)
dirawat di RS UKI.
5. Sarmin (45)
dirawat di RS UKI.
6. Agus (27)
dirawat di RS UKI.
7. Waidi dirawat
di RS Polri Kramat Jati.
Berita Lempang
Kronologi Ambruknya Tiang Girder Tol Becakayu Lukai 7 Orang
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiang
pancang Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan DI Panjaitan,
Jakarta Timur, dekat Gardu Tol Kebon Nanas, roboh pada Selasa (20/2) dini hari.
Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Yoyon Tony Surya Putra menceritakan kronologi ambruknya tiang yang melukai tujuh orang tersebut.
"Tadi pagi 03.40 WIB terjadi kecelakaan kerja proyek Becakayu saat para pekerja melakukan pengecoran tiang pancang," katanya kepada wartawan lokasi di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur.
Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Yoyon Tony Surya Putra menceritakan kronologi ambruknya tiang yang melukai tujuh orang tersebut.
"Tadi pagi 03.40 WIB terjadi kecelakaan kerja proyek Becakayu saat para pekerja melakukan pengecoran tiang pancang," katanya kepada wartawan lokasi di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur.
Tony melanjutkan, selama pengecoran terdapat bracket (siku) yang berfungsi sebagai penyangga saat pengecoran. Dugaan sementara ambruknya tiang itu disebabkan karena bracket kurang kuat.
Menurut Tony, saat pekerja melakukan pengecoran ke dalam tiang, penyangga terlepas hingga material cor jatuh.
"Seluruh material cor jatuh ke bawah dan tujuh orang tertimpa material cor," katanya.
Enam
orang mengalami luka ringan dan dilarikan ke RS UKI Cawang, sedangkan seorang
lain mengalami luka berat dan dibawa ke RS Polri Kramatjati.
Seluruh korban dievakuasi sekitar pukul 04.45 WIB.
Tony mengatakan polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk menyelidiki penyebab pasti ambruknya tiang tersebut.
Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar Jalan DI Panjaitan terpantau padat. Tidak ada pengalihan arus lalu lintas akibat kejadian itu.
Namun, sejumlah pengendara motor yang berhenti untuk melihat tiang tersebut sempat membuat kemacetan. Polisi pun dikerahkan untuk mengurai kemacetan tersebut.
Seluruh korban dievakuasi sekitar pukul 04.45 WIB.
Tony mengatakan polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk menyelidiki penyebab pasti ambruknya tiang tersebut.
Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar Jalan DI Panjaitan terpantau padat. Tidak ada pengalihan arus lalu lintas akibat kejadian itu.
Namun, sejumlah pengendara motor yang berhenti untuk melihat tiang tersebut sempat membuat kemacetan. Polisi pun dikerahkan untuk mengurai kemacetan tersebut.
Tiang Becakayu Ambruk, Insiden ke-8 dalam 5 Bulan Terakhir
Jakarta, CNN
Indonesia -- Ambruknya tiang girder Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu)
adalah kejadian kedelapan ambruknya proyek infrastruktur dalam kurun
waktu lima bulan terakhir. Sejumlah kejadian sebelumnya juga mengakibatkan
korban baik luka maupun korban jiwa.
Pada 17 Oktober 2017 lalu, tiang proyek pembangunan jalur LRT di Kelapa Gading, Jakarta Utara ambruk. Tak ada korban saat itu.
Berbeda sekitar dua pekan, pagar beton pembatas jalur MRT di Jalan Wijaya Jakarta Selatan ambruk pada 3 November 2017. Saat itu satu orang dikabarkan terluka.
Pada 17 Oktober 2017 lalu, tiang proyek pembangunan jalur LRT di Kelapa Gading, Jakarta Utara ambruk. Tak ada korban saat itu.
Berbeda sekitar dua pekan, pagar beton pembatas jalur MRT di Jalan Wijaya Jakarta Selatan ambruk pada 3 November 2017. Saat itu satu orang dikabarkan terluka.
16 November 2017, crane proyek pembangunan tol di ruar Jakarta-Cikampek. Tak ada korban saat itu.
Awal tahun 2018, juga ada insiden ambruknya proyek infrastruktur. Pada 2 Januari 2018, girder jalan tol Depok-Antasari ambruk dan tak ada korban.
Sementara pada 22 Januri 2018, kontruksi tiang
LRT di Pulogadung, Jakarta Timur ambruk yang mengakibatkan lima orang terluka.
Pada 4 Februari 2018, empat orang pekerja tewas saat sebuah crane proyek pembangunan rel dwiganda di Jatinegara, Jakarta Timur, ambruk.
Pada 4 Februari 2018, empat orang pekerja tewas saat sebuah crane proyek pembangunan rel dwiganda di Jatinegara, Jakarta Timur, ambruk.
Kejadian lainnya adalah saat tembok benton underpass di Jalan Perimeter Bandara Soekarno Hatta ambruk dan menimpa mobil yang tengah melintas. Satu orang tewas dan satu orang lainnya yang ada dalam mobil terluka.
Ambruknya tiang girder di proyek tol Becakayu, Selasa (20/2) pagi ini, membuat sejumlah pekerja kritis dan dilarikan ke Rumah Sakit UKI, Cawang, Jakarta Timur. (sur)
Satu Orang Luka Berat Tertimpa Tiang Tol Becakayu
Jakarta, CNN
Indonesia -- Sebanyak tujuh orang terluka dalam insiden ambruknya tiang pancang
Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan DI Panjaitan, Jakarta
Timur, dekat Gardu Tol Kebon Nanas, Selasa (20/2).
Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Yoyon Tony Surya Putra mengatakan dari tujuh orang korban, satu diantaranya mengalami luka berat. Sedangkan enam lainnya mengalami luka ringan.
"Satu orang mengalami luka di kepala dan dirujuk ke RS Polri Kramatjati," kata Tony di lokasi ambruknya tiang pancang Tol Becakayu.
Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Yoyon Tony Surya Putra mengatakan dari tujuh orang korban, satu diantaranya mengalami luka berat. Sedangkan enam lainnya mengalami luka ringan.
"Satu orang mengalami luka di kepala dan dirujuk ke RS Polri Kramatjati," kata Tony di lokasi ambruknya tiang pancang Tol Becakayu.
Tony menceritakan
tujuh orang korban tersebut terluka akibat tertimpa reruntuhan material tiang
pancang.
Saat kejadian, tujuh orang tersebut sedang berada di bawah, sementara saat itu sedang ada pengerjaan pengecoran tiang di atasnya. Dugaan sementara ambruknya tiang itu disebabkan karena bracket yang menyangga pengecoran kurang kuat.
"Seluruh material cor jatuh ke bawah dan tujuh orang tertimpa material cor," katanya.
Proses evakuasi korban memakan waktu sekitar sejam sejak tiang ambruk sekitar pukul 03.40 WIB. Seluruh korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 04.45 WIB.
YLKI: Pengerjaan Infrastruktur seperti Angkot Kejar Setoran
Jakarta, CNN
Indonesia -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik percepatan
pengerjaan pembangunan proyek infrastruktur di era pemerintah Joko Widodo.
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengibaratkan, pengerjaan proyek tersebut dilakukan seperti sopir angkot yang sedang mengejar setoran. Pemerintah lebih terfokus pada pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpangnya.
Tulus mendesak pemerintah agar membentuk tim investigasi independen karena banyaknya proyek percepatan infrastruktur pemerintah yang mengalami kecelakaan. Tim itu juga wajib melakukan audit ulang terhadap proyek infrastruktur.
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengibaratkan, pengerjaan proyek tersebut dilakukan seperti sopir angkot yang sedang mengejar setoran. Pemerintah lebih terfokus pada pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpangnya.
Tulus mendesak pemerintah agar membentuk tim investigasi independen karena banyaknya proyek percepatan infrastruktur pemerintah yang mengalami kecelakaan. Tim itu juga wajib melakukan audit ulang terhadap proyek infrastruktur.
Kata dia, Tim
Investigasi Independen ini nantinya memiliki tugas utama untuk melakukan
engineering forensic.
"Yang dimaksud adalah untuk menyimpulkan apakah yang terjadi merupakan kegagalan dalam perencanaan konstruksi, kegagalan dalam pelaksanaan konstruksi, atau kegagalan dalam pengawasan konstruksi," kata Tulus melalui siaran persnya, Selasa (20/2).
Kecelakaan kerja di proyek infrastruktur kembali terjadi Selasa (20/2) dini hari. Tiang pancang tol becakayu ambruk dan melukai tujuh orang pekerja.
Sebelumnya, pada 17 Oktober 2017, tiang proyek pembangunan jalur LRT di Kelapa Gading, Jakarta Utara ambruk. Tak ada korban saat itu. Dua pekan setelahnya, 3 November 2017, pagar beton pembatas jalur MRT di Jalan Wijaya Jakarta Selatan ambruk. Saat itu satu orang dikabarkan terluka.
Menurut Tulus, tim ini khusus dibuat untuk mengaudit ulang proyek infrastruktur yang saat ini sedang berjalan.
"Jangan sampai proyek infrastruktur tersebut mengalami kegagalan konstruksi berulang," katanya, "Korban masal akan terjadi jika kecelakaan konstruksi terjadi saat digunakan konsumen nantinya."
Kecelakaan konstruksi terhadap proyek infrastruktur yang terjadi secara beruntun, menurut Tulus, menjadi bukti nyata kegagalan konstruksi.
"Ini membuktikan proyek konstruksi tersebut tidak direncanakan dengan matang dan atau pengawasan yang ketat dan konsisten," ujar dia
Identitas 7 Orang Korban Ambruknya Tiang Girder Tol Becakayu
kumparanNEWS
Tiang Girder yang Ambruk di Jalan DI
Panjaitan. (Foto: Aria Rusta/kumparan)
Ketujuh orang pekerja yang menjadi
korban, semuanya telah dibawa ke Rumah Sakit. Enam berada di Rumah Sakit UKI,
Cawang dan 1 orang dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Enam mengalami luka-luka tidak
terlalu berat, namun ada satu yang agak luka berat, luka pada kepala, dan sudah
dirujuk di RS Kramat Jati," terang Tony.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, nama-nama korban luka tersebut adalah:
1. Joni Arisman (39) dirawat di RS
UKI.
2. Ruman (37) dirawat di RS UKI.
3. Supri (46) dirawat di RS UKI.
4. Kirpan (36) dirawat di RS UKI.
5. Sarmin (45) dirawat di RS UKI.
6. Agus (27) dirawat di RS UKI.
7. Waidi dirawat di RS Polri Kramat
Jati.
Kondisi Tiang Girder yang Ambruk.
(Foto: Aria Rusta / kumparan)
"Pada saat para pekerja
memasukkan cor ke dalam tiang pancang tersebut, brekat timber tersebut terlepas
dan jatuh kebawah, sehingga seluruh material cor dan brekat timber itu jatuh ke
bawah dan tujuh orang pekerja tertimpa serpihan material cor termasuk brekat
timber," kata Tony.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar